Senin, 02 Januari 2012

Kehamilan dan Seksualitas

Kehamilan dan Seksualitas
Oleh Dr Naek L Tobing (Psikiater, Sex Educator & Sex Counselor) 

pdpersi, - Pada jaman sekarang, kehamilan adalah suatu masa istimewa, khususnya dalam kehidupan wanita. Dengan adanya Keluarga Berencana (KB) dan seiring makin lambatnya usia menikah, serta meningkatnya wanita yang berkarier, maka kehamilan menjadi sesuatu yang didambakan. Mungkin sudah 4 tahun orang menikah baru ingin hamil. Mungkin orang baru menikah di usia 32 tahun, tentu saja langsung serius ingin punya anak. Kadang, karena sudah lama berusaha hamil tapi sering gagal, suatu waktu hamil tentu senang. 


Tapi, tentu saja ada rasa khawatir. Bagaimana caranya agar kehamilan aman. Jangan-jangan kalau banyak bergerak, bisa gugur. Bagaimana bila melakukan hubungan badan. Bila takut hubungan badan tetapi suami menuntut, yang mana harus diturut. Sebaliknya, bila istri ingin seks, justru suami yang takut keguguran atau tidak bergairah. Ini tentu menimbulkan kesulitan. Untuk itulah perlu dibicarakan dan didiskusikan pola hidup terbaik untuk orang hamil, termasuk aspek seksualnya. 

Kehamilan dimulai saat pertemuan (konsepsi) sperma dan sel telur, sampai melahirkan. Kehamilan itu akan mempengaruhi kehidupan si Ibu. Dan selanjutnya pola kehidupan, termasuk kehidupan seksual si Ibu pun dapat mempengaruhi perkembangan kehamilan. Selama hamil, timbullah berbagai perubahan-perubahan dalam diri si Ibu. Hormon-hormon kewanitaan akan meningkat tinggi sekali. Salah satu pengaruhnya ialah rasa mau muntah sampai muntah. 

Sebagian orang mengatakan, muntah disebabkan oleh peningkatan hormon tadi. Sebagian lagi mengatakan karena faktor kejiwaan. Tetapi kemungkinan besar ialah bila gejala muntah sangat berat, kemungkinan besar disebabkan oleh gabungan peningkatan hormon kewanitaan dan kesulitan kejiwaan. Sebagian lagi mengatakan bahwa selama mengandung sampai melahirkan, maka si Ibu dalam keadaan krisis, ini ada benarnya. Salah satu kemungkinannya ialah keguguran kehamilan. 

Pada saat terjadinya keguguran, segala bahaya bisa terjadi sampai mengancam kehidupan. Demikian juga pada saat melahirkan. Melahirkan bayi adalah suatu masa krisis yang paling berat dan pada sebagian besar ibu dirasakan paling sakit. Kondisi ini juga ikut mempengaruhi kehidupan si ibu dan termasuk kehidupan seksualnya. 

Kehamilan seluruhnya dibagi dalam 3 fase, yang masing-masing fase lamanya 3 bulan. Fase pertama, yakni 3 bulan pertama, dikatakan fase yang kritis. Pada fase ini, plasenta belum terbentuk maka kehamilan mudah sekali gugur. Selain itu, pada fase inilah gejala-gejala muntah yang paling berat. Kemungkinan karena baru meningginya hormon-hormon itu tadi, sehingga tubuh masih sangat sensitif, maka gejala muntah akan terasa berat. Mual dan muntah menyebabkan nafsu makan menurun. Akibatnya perasaan menjadi lemah. Padahal dalam periode itu dibutuhkan makanan yang lebih banyak dan bermutu untuk pembentukan bayi. 

Periode 3 bulan kedua adalah periode yang paling stabil. Pada periode ini, kehamilan sudah terbentuk cukup sempurna, tubuh tidak begitu sensitif lagi sehingga gejala mual atau muntah umumnya sudah menurun. Akibatnya, si ibu merasa senang, sehat dan segar. Secara psikologis, bila si ibu memang sudah menginginkan kehamilannya dan suami juga mendambakan anak, maka keduanya akan lebih intim pada periode tersebut. Senang akan datangnya anak kesayangan. 

Periode 3 bulan ketiga kembali menjadi rawan. Kehamilan akan makin berat. Seluruh tubuh akan membengkak dan pertambahan berat badan seluruhnya dapat mencapai belasan kilogram yang harus dibawa terus menerus selama akhir dari kehamilan. Ini adalah beban berat bagi si ibu. Karena beratnya beban, maka si ibu sering menjadi lemah dan lelah. Kadang-kadang juga tubuh terasa panas sehingga menimbulkan keringat yang banyak. Karena beratnya beban, hampir semua ibu selalu menginginkan supaya kehamilan cepat berakhir dengan kelahiran yang normal. 

Fisiologi Seks 

Kehidupan seks yang bahagia dan memuaskan selalu didambakan oleh setiap pasangan suami–istri. Keinginan itu tetap ada pada mereka walaupun pada saat hamil. Biasanya aktivitas seksual didahului oleh adanya libido, yakni dorongan seks yang membuat orang melakukan aktivitas seksual. Libido adalah suatu peristiwa dalam otak. Oleh karena itu hal-hal yang mempengaruhi libido lebih banyak pengaruh psikis atau kejiwaan. Pengaruh  itu dapat meliputi keadaan jiwa pada saat itu, hubungan suami–istri, maupun kondisi sekitar. 

Fase kedua ialah fase terangsang. Pada fase ini, sudah timbul perubahan-perubahan pada tubuh dan umunya telah terjadi aktivitas seksual berupa cumbuan dengan berbagai cara. Perubahan yang utama ialah pada pria adanya ereksi penis serta kenikmatan di daerah-daerah genital dan daerah lain yang disentuh. Pada wanita, perubahan yang terjadi ialah timbulnya cairan vagina serta membengkaknya daerah-daerah alat kelamin. Juga timbulnya kenikmatan pada daerah-daerah tadi, serta bagian tubuh lain yang disentuh. Lamanya fase ini tergantung pada aktivitas seksual tadi. Sebagian pasangan melakukannya hanya singkat dan akhirnya menuju orgasme atau ejakulasi. Tetapi pada pasangan lain, aktivitas yang diatas berlangsung lama sekali. 

Orgasme/Ejakulasi 

Sesudah kenikmatan cukup tinggi dan aktivitas seksual dilakukan terus maka kenikmatan akan meninggi dan terus menuju puncaknya. Puncak dari kenikmatan ini disebut klimaks atau orgasme. Sesudah mencapai puncak, kenikmatan akan menurun dan secara pelan-pelan akan kembali kedasar. 

Pada wanita, puncak kenikmatan dapat timbul beberapa kali. Mungkin tercapai pada saat ciuman, pelukan lalu diakhiri dengan suatu klimaks yang tinggi. Sehingga orgasme terdapat beberapa kali. Sedangkan pada laki-laki, orgasme hampir selalu tercapai pada saat ejakulasi yakni semprotan cairan sperma. Akibatnya orgasme pria hanya terjadi satu kali untuk setiap senggama. 

Fase resolusi ialah keadaan dimana aktivitas seksual kembali ke istirahat dan semua perubahan fisiologispun akan kembali juga ke keadaan sebelum melakukan aktivitas seksual. Tetapi secara psikologis, keadaan dapat  dinikmati begitu tinggi antara suami–istri. Kesan mendalam karena mendapatkan orgasme bersama-sama, akan memberikan keintiman yang mendalam pula bagi berdua. Makin dalam kesan tadi, makin lama kenikmatan berada dalam ingatan sehingga keintiman suami–istri pun mungkin mendalam dan berlangsung lama. 

Kehidupan Seks pada Kehamilan 

Perubahan kehidupan seksual dapat terjadi karena perubahan-perubahan yang terjadi secara fisik dan mental, khususnya pada istri dan pasangan itu umumnya. Kondisi yang lemah dari istri seperti karena mual-mual atau muntah, nafsu makan yang menurun akan membuatnya lemah dan keinginan seksualnya menurun. Kadang-kadang walau suami mengajak, istri sering menolak. Hanya bila suami merasa senang dengan kehamilan itu, dia dapat mengatasinya dengan baik. 

Pada wanita yang tidak mengalami muntah atau mual yang serius, maka aktivitas seksual tidak akan terganggu. Bahkan cukup banyak dari mereka yang justru meningkat keinginan seksual serta frekuensi hubungan seksnya karena merasa bahagia telah hamil. Suami–istri senang bersama-sama dan ingin menikmatinya dalam kontak seksual yang sering. 

Pada 3 bulan kedua, sekitar 80 persen wanita akan meningkat dorongan seksnya. Selain itu, mual atau muntah sudah hilang. Kesehatan umumnya akan meningkat. Perasaan senang karena hamil. Pada sebagian faktor lain ialah terjadinya pembesaran payudara yang membuat daya tariknya meningkat. Suami akan merasa lebih bergairah melihat istrinya yang payudaranya bertambah besar serta bahagia karena istri telah hamil. Kedua faktor itu membuat suami juga meningkat keinginan seksnya, sehingga pada sebagian besar pasangan kontak seksual akan jauh lebih sering pada periode ini. 

Pada 3 bulan ketiga, beban kehamilan itu sudah memberati si Ibu. Banyak wanita yang jadi susah makan. Juga banyak keringat yang membuatnya tidak bersih, sehingga daya tariknya pun menurun. Selain itu pada kehamilan yang mulai tua, akan timbul peningkatan cairan tubuh. Hampir semua badan letih atau bengkak. Air ditahan dalam badan. Akibatnya, cairan vagina juga bertambah. Ada terasa licin yang mengganggu sehingga kontak seksual menjadi kurang memuaskan. 

Pada pasangan-pasangan yang saling mencintai akan senang akan kehamilan itu, pertambahan cairan vagina tak akan mengganggu. Tetapi pada orang-orang yang sangat mendambakan kenikmatan seksual, apalagi bila ada konflik suami–istri, maka kondisi itu dapat menjadi biang keladi kekurang puasan sampai pada hubungan seks luar nikah. Bila percekcokan atau hubungan diluar nikah sampai terjadi, maka perlu dicari penyebabnya. Apakah pribadi suami yang mengakibatkan pertambahan cairan vagina sebagai gara-gara atau ada konflik diantara mereka. 

Pada sebagian wanita hamil berat, maka kontak seksual dirasakan ancaman terhadap kehamilan. Bila rahim dengan bayi telah mulai menurun kearah vagina, maka penis suami dapat membentur daerah rahim. Stimulasi yang berat ke leher rahim akan membuat seluruh rahim bergerak seolah-seolah mau melahirkan. Bahkan ada yang bisa gugur. Timbul kontraksi rahim yang kuat. Kadang ada darah, ancaman keguguran menjadi kekhawatiran. Karenanya sebagaian wanita menolak melakukan hubungan seksual pada akhir-akhir kehamilan. 

Pada kondisi dimana keguguran sering terjadi, maka sepantasnyalah hubungan seks dilakukan dengan berhati–hati. Bila keguguran telah sering terjadi dan kehamilan belum pernah berlangsung selamat, maka sebaiknya 3 bulan pertama dilarang atau berhenti melakukan hubungan seks. 

Sesudah 3 bulan pertama lewat, hubungan seks dapat dicoba kembali dengan sangat hati-hati sehingga penis diharapkan tidak membentur daerah rahim. Namun bila terasa sakit atau keluar darah, maka sebaiknya senggama dihentikan. Demikian juga pada akhir-akhir kehamilan. Benturan yang terlalu keras dari penis terutama ke daerah rahim, akan membuat kontraksi rahim sangat kuat seperti akan melahirkan. Ini membuat si Ibu ketakutan dan kesakitan. Dalam keadaan demikian hubungan seks harus dilakukan hati-hati dan jangan sampai didorong kuat-kuat. Dengan demikian penis tidak terlalu jauh masuk ke dalam namun diharapkan keduanya masih bisa mencapai kepuasan. 

Tetapi sering justru cara dan sifat suami yang sulit. Ada suami yang sudah terbiasa kuat-kuat dengan harapan istri akan lebih puas padahal justru bahaya jadi mengancam. Kemungkinan juga karena keduanya sudah terangsang tinggi, maka secara otomatis dan tanpa sadar mendorong sekuat-kuatnya. Akibatnya timbul benturan penis dengan leher rahim. Inipun akan mengancam keguguran 

Nah, itulah sebabnya perlu dibicarakan bersama-sama cara kontak seksual yang aman sehingga keduanya masih bisa menikmati dan kehamilan pun tidak terganggu. 


Makalah ini disampaikan pada Simposium dan Talk Show “Masalah Seputar Kehamilan dan Setelah Melahirkan”, diselenggarakan oleh RS Mitra Keluarga Bekasi, Sabtu (30/10), di Hotel Horison Bekasi.  

http://www.pdpersi.co.id/rsubanyumas/news/artikel.php3



Posisi Bercinta Selama Kehamilan 

Saya dan suami saya biasanya hanya melakukan hubungan seks dengan satu posisi saja, namun posisi tersebut semakin hari semakin tidak nyaman selama kehamilan, kira-kira bagaimana yah posisi berhubungan yang terbaik selama kehamilan?.
Kehamilan dapat merupakan waktu terbaik dimana sebuah pasangan dapat mencoba posisi berhubungan seks yang berbeda atau bervariasi.






bawah, sangatlah harus diperhatikan bahwa selama melakukan hubungan seks semua harus dalam keadaan nyaman. Di usia kehamilan pertengahan, berhubungan seks dengan cara menyamping berhadapan mungkin cocok untuk anda.  


kiri, berhubungan seks dengan posisi all-fours mungkin akan menjadi lebih nyaman untuk anda, khususnya di umur kehamilan tua. Perhatikan juga bahwa dalam posisi ini tidak terjadi tekanan terhadap perut dan payudara anda.






kanan, berada di atas pasangan anda dengan kaki mengapitnya memungkinkan anda dapat mengontrol kedalaman dan sudut penetrasi sesuai dengan yang anda inginkan. Posisi ini juga berarti meniadakan tekanan terhadap perut anda.  



sumber: Advice Center - During Pregnancy, Unit 82 Sheet 27 
tanggal entry data: Minggu, 16 Juni 2002 
http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=58&asal=1



Berhubungan Sex Selama Kehamilan 

Pasangan Saya sangat khawatir bila melakukan hubungan sex selama kehamilannya akan membahayakan bayinya - apakah benar?
Tidak, pada kehamilan yang normal. Alat kelamin pria tidak akan dapat melakukan kontak langsung terhadap fetus (calon bayi anda), karena keberadaannya dilindungi oleh dinding otot uterin dan cairan amniotik. Ada lendir penyumbat di sekitar leher rahim (cervix) yang akan mencegah air mani dan bakteri masuk ke dalam uterus. 
Kehamilan Saya merupakan kehamilan setelah serangkaian proses keguguran. Apakah berhubungan sex di masa kehamilan muda akan menyebabkan hal tersebut terulang?
Sangatlah normal bila hal tersebut akan sangat menghantui kehamilan anda setelah beberapa kali anda gagal mempertahankannya, namun, sampai sekarang tidak ada bukti-bukti kuat yang menghubungkan antara berhungan sex di masa kehamilan muda dengan keguguran. Keguguran di masa kehamilan muda merupakan hasil dari cacat genetik selama perkembangan fetus. Namun, bila terjadi perdarahan selama masa kehamilan muda, ada baiknya anda menunda dulu berhubungan sex sampai pendarahannya benar-benar telah dapat dihentikan.

Saya khawatir bila saya mengalamin orgasme akan mengeluarkan secara paksa bayi saya. 
Orgasme memang akan mengakibatkan kontraksinya uterus, yang pada sebagian wanita akan mengakibatkan rasa sakit dan membuatnya menghindari berhubungan sex. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa di kehamilan normal, orgasme tidak akan membuat bayi anda lahir prematur. Di beberapa penelitian, kontraksi di masa kehamilan tiga semester pertama kadang kala mengakibatkan detak jantung fetus menjadi pelan, tapi hal ini belum pernah menyebabkan dampak yang membahayakan bagi fetus.

sumber: Advice Center - During Pregnancy, Unit 82, Sheet 27
tanggal entry data: Senin, 08 April 2002 

 http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=19&asal=1



Nutrisi Penting Masa Hamil 

Benarkah wanita hamil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak dari wanita biasa? Dari segi kualitas memang jawabannya adalah ya. Tapi dari segi kuantitas jawabannya adalah tidak. Dalam mengkonsumsi makanan, ibu hamil harus memperhitungkan nilai gizi makanan yang dikonsumsi, baik bagi dirinya maupun janin yang ada dalam kandungannya 

Kebutuhan gizi akan terus meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat. Jangan heran jika berat badan ibu pun turut naik pesat. Ini berbeda dengan kehamilan pada trimester pertama. Pada saat ini pertumbuhan janin masih belum begitu pesat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum optimal.
Pada dua bulan terakhir kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat. Pada periode ini, gizi diperlukan bagi pengembangan otak dan jaringan saraf sang bayi. Usahakanlah makan setiap 4 jam sekali. Sebab, meskipun Anda tidak lapar, kemungkinan bayi Anda yang lapar.

Hal lain yang perlu diperhatikan, meskipun nafsu makan meningkat, tetaplah berpegang pada pola makan dengan gizi seimbang. Jangan asal makan karena lapar mata. 

Sebaiknya ibu hamil menghindari makanan berkalori tinggi seperti cokelat dan es krim. Harus diingat pertambahan berat badan ideal selama masa kehamilan adalah berkisar antara 10-15 kg.

Pada tabel berikut dapat dilihat komponen utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan (RDA) dari Food Nutrition Board, National Research Council :
Recommended Dietary Allowance 9th Ed. Washington DC, Nacional Academy Sciences, 1980:
3 Komposisi Utama
Kebutuhan harian Wanita usia 19 - 50 th
Kebutuhan tambahan harian wanita semasa:
                                        Hamil                 Menyusui
Protein (g)              44       +30                     +20
Zat Besi (mg)         18       +30-60                +30-60
Kalsium (mg)        800      +400                    +400

Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Tambahan vitamin, baik B kompleks, vitamin A, vitamin C, vitamin D, maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya.

Vitamin B kompleks dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara  normal.

Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.

Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.

Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.

Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia (kurang darah), banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.

Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu. Susu mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika  kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Selain itu, susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Zat-zat gizi ini juga terdapat pada produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt.

Makanan yang Harus Dihindari 

Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Jenis bibit penyakit / parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan adalah:

• Listeria 
Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau keracunan darah. Bakteri listeria monocytogenes banyak terdapat pada :
- produk unggas (termasuk telur), ikan atau daging sapi yang diolah setengah matang.
- Selada, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, terutama bila dimakan dalam keadaan mentah.
- Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba.

• Bakteri E. Coli
Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang, dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.

• Salmonella dan Toksoplasma
Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang.

sumber: Ibu Sari - Sudirman "info-sehat.com"
tanggal entry data: Selasa, 02 September 2003 

 http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=88&asal=4&limit=20



Makanan Ibu Hamil 

Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil,
kegunaan makanan tersebut adalah :
- Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
- Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
- Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
- Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

Caranya :
1. Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
2. Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
3. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada.
4. Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar.

Berapa banyak makanan yang dibutuhkan
Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :
1. Pada Trisemester I :
Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.
2. Pada Trisemester II :
Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.
3. Pada Trisemester III :
- Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
- Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.
4. Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.

Berapa yang anda butuhkan setiap hari ?

Nama Bahan, Berat Gram Ukuran Rumah Tangga
Beras 300 4 gelas nasi
Daging 75 3 potong sedang
Tempe 75 3 potong kecil
Sayuran 300 3 gelas
Buah 200 2 potong
Susu 200 1 gelas
Gula 10 1 sendok makan
Minyak 25 5 sendok makan
Selingan 2 X 
Nilai gizi
- Kalori : 2500 - Lemak : 82
- Protein : 85 - H.A. : 414

Pembagian makanan sehari : 
Waktu Jenis Makanan Jumlah (gr) Ukuran
Pagi
- Nasi 200 1¼ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr
- Tempe -
- Sayuran 50 ½ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Gula 10 1 sdm
jam 10.00
- Susu 200 1 gls
- Gula 10 1 gls

Siang 
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 50 1 btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 15 1½ sdm
- Buah 100 1 bh
jam 16.00 
- Kacang Hijau 25 2 sdm 
- Gula 15 1½ sdm

Sore 
- Nasi 250 1¾ gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 ½ btr 
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 ¾ gls
- Minyak 10 1 sdm
- Buah 100 1 bh

Contoh Menu
Pagi
- Susu manis
- Nasi
- Telur ceplok
- Kering tempe
- Tumis kacang panjang
Jam: 10.00
- Bubur kacang ijo

Siang
- Nasi
- Ikan goreng
- Botok tempe, kemangi, melandingan 
- Sayur asam 
- Pepaya
Jam : 16.00
- Kolak labu kuning + pisang

Malam
- Nasi
- Smoor daging + tahu
- Orak-arik wortel + kool
- Pisang

Pesan- pesan penting bagi ibu hamil
- Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil.
- Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging.
- Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.
- Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau.
- Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu :
pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang.
- Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup.
- Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-buahan, sari buah, sayur bening, dsb.
- Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.
- Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu dan janin.
- Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu dan kandungannya tetap sehat.

sumber: Ibu Sari - Sudirman, "balita-anda.indoglobal.com"
tanggal entry data: Jum´at, 22 Agustus 2003 


http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=87&asal=4&limit=20


Puasa pada Ibu Hamil 

Hamil muda atau hamil tua, boleh saja puasa, dengan catatan, tidak sedang mengidap penyakit atau gangguan yang membahayakan keselamatan ibu dan janin. Asal ibu dan janin sehat, ibu bebas melakukan puasa.

Janin akan bertindak seperti parasit, kalau ia kekurangan makan, bila ibu sehat, janin akan menggunakan cadangan makanan dalam tubuh ibu. Mudahnya, janin tidak akan kekurangan zat makanan yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangannya selama cadangan makanan tersebut cukup. Toh, bila ibu hamil tidak makan siang hari, cadangan makanan dalam tubuh tidak akan habis dan malamnya sudah dipenuhi lagi.

Jadi, yang perlu bagi ibu hamil yang puasa harus menjaga agar tubuh tidak kekurangan makan, terutama yang bernilai gizi tinggi. Porsi makanannya per hari juga perlu ditingkatkan. Umumnya wanita hamil memerlukan kalori 1/6 dan protein 1/5 lebih banyak dibandingkan ketika tidak sedang hamil.

Memang ada pengecualian tertentu karena pertimbangan medis, ibu hamil disarankan absen puasa. Misalnya, penderita diabetes dibebaskan puasa bergantung pada kadar gula darah (umumnya kadar gula darah tinggi), berat ringannya penyakit, dan kesehatan umum. Pertimbangan lain, bila ibu hamil mengidap intra uterine growth reterdation, pertumbuhan janin terhambat karena fungsi ari-ari terganggu. Sementara itu, ari-ari berperan penting menjembatani antara ibu dan janin, yaitu mengatur segala sesuatu yang diperlukan janin dari ibunya. Entah itu berupa makanan atau zat-zat penting lainnya.

sumber: 
dr. Budi R.S.T - Surat Kabar Pikiran Rakyat Bandung, Minggu (Kliwon) 10 November 2002, Halaman 6
tanggal entry data: Senin, 11 Nopember 2002 

 http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=77&asal=4&limit=20



Efek Kafein pada Kehamilan 

Kafein merupakan salah satu zat yang digunakan orang dalam obat maupun dalam makanan sehari-hari yang bisa didapatkan dengan mudah, misalnya saja, pada kopi, cokelat, berbagai teh maupun soft-drink, repotnya, kafein didalam berbagai makanan dan minuman itu sekalipun tidak dianggap sebagi obat, tetapi dapat mempengaruhi / meningkatkan denyut jantung. Dengan dosis tinggi, kafein dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, dan rasa berdebar-debar.
Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula. Rata-rata orang di Amerika mengkonsumsi 206 sampai 210 miligram kafein setiap harinya atau sekitar 1,5 cangkir kopi. Sementara wanita hamil di sana rata-rata mendapatkan 144 mg kopi setiap harinya. Kafein yang diminum oelh ibu hamil itu, tidak hanya dapat melintasi plasenta dan memasuki aliran darah janin. Hal ini terjadi antara lain karena hati pada janin belum mampu memproses kafein secepat ibunya, sehingga kafein itu akan tinggal di sistem peredaran darah janin dalam waktu yang lebih lama. 
sumber: Ayahbunda No. 13/29 Juni – 12 Juli 2002
tanggal entry data: Kamis, 13 Maret 2003



http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=84&asal=4&limit=20

Rokok Memicu Autisme? 

Hindarilah rokok, terutama saat hamil, sebab, menurut para peneliti dari The Karolinska Intitutet, Swedia, merokok di awal kehamilan dapat memicu terjadinya autisme pada bayi yang akan dilahirkan kelak. Dari sekitar 2000 anak yang dilihatkan dalam penelitian itu, ditemukan dari anak-anak yang ibunya merokok, hampir sekitar 40 prosen menderita autistik.

Para ibu hamil yang merokok, 1,4 kali lipat lebih beresika melahirkan anak autisme, karena rokok yang diisap ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, diduga rokok tersebut juga dapat memicu terjadinya autistik tadi. Para peneliti itu cukup heran dengan hasil tersebut karena menurut mereka, sebelumnya tidak diketahui rokok merupakan faktor yang memicu terjadinya autisme.
sumber: Lisa Nomor 32/Tahun III/12 - 18 Agustus 2002, hal.15
tanggal entry data: Rabu, 11 September 2002 

 http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=73&asal=4&limit=20


Pentingnya Zat Makanan dalam Masa Kehamilan 

Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi di dalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya.

Menurut Dr. Tina Wardhani Wisesa, kehamilan sangatlah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan perempuan karena dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan kejiwaan. Dijelaskan, dalam masa ini akan terjadi penurunan nafsu makan akibat faktor fisik maupun psikis sering muncul diawal kehamilan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya ibu hamil makan dalam jumlah kecil tetapi sering.

Makanan yang dimakan, kata Tina, juga hendaknya tidak kekurangan dan tidak juga kelebihan. Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan mineral yang banyak yang diperlukan di dalam tubuh ibu hamil. Sebab, ibu hamil sangat memerlukan zat makanan yang lebih banyak dari biasanya karena ibu hamil makan bukan saja untuk kebutuhan dirinya melainkan juga untuk kebutuhan janinya yang berada dalam tubuh. 

sumber: www.indokini.com/kesehatan/kes1023.shtml 
tanggal entry data: Kamis, 16 Mei 2002 

 http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?id=53&asal=4&limit=20




Kehamilan Ektopik, Kehamilan Luar Kandungan
31 Mei 2004 09:22:55
Kehadiran seorang anak merupakan karunia yang tak terhingga bagi pasangan suami istri. Ada pasangan suami istri (pasutri), yang memperoleh keturunan dengan cepat, ada juga yang harus menunggu bertahun-tahun. Ada pasutri, yang dalam proses memperoleh keturunan, langsung dinyatakan positif tak lama setelah perkawinannya. Ada juga yang mengalami kendalan dan cobaan dalam proses kehamilan istrinya. 

Berbagai macam kesulitan dalam proses kehamilan, dialami para wanita yang telah menikah. Meski demikian, tak menyurutkan keinginan pasangan suami istri untuk memperoleh keturunan. Karena dengan proses pengobatan yang dilakukan dokter saat ini, bisa meminimalisir berbagai macam penyakit tersebut. Salah satu penyakit dalam proses kehamilan adalah kehamilan ektopik. 

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim (kavum uteri). Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. Jadi, istilah ektopik dapat diartikan sebagai "berada di luar tempat yang semestinya". 

Walaupun diartikan sebagai kehamilan di luar rongga rahim, kehamilan di dalam rahim yang bukan pada tempat seharusnya, juga dimasukkan dalam kriteria kehamilan ektopik, misalnya kehamilan yang terjadi pada kornu uteri. Hal ini yang membedakannya dengan istilah kehamilan ekstrauterina. Jika dibiarkan, kehamilan ektopik akan menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat berakhir menjadi kematian. 

Etiologi: 

Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh terjadinya hambatan pada perjalanan sel telur, dari indung telur (ovarium) ke rahim (uterus). 

Pada kasus yang jarang, kehamilan ektopik disebabkan oleh terjadinya perpindahan sel telur dari indung telur sisi yang satu, masuk ke saluran telur sisi seberangnya. 

Faktor risiko 

a. Infeksi saluran telur (salpingitis) : 

Dapat menimbulkan gangguan pada motilitas saluran telur 

Dapat menimbulkan divertikel (penonjolan keluar berbentuk kantung), sehingga menjadi semacam jebakan bagi sel telur 
b. Penyakit peradangan panggul (pelvic inflamatory disease) 

c. Riwayat menderita kehamilan ektopik sebelumnya 

d. Riwayat operasi tuba 

e. Endometriosis 

f. Pemakaian hormon estrogen dan progesteron (misalnya, pada kontrasepsi) 

g. Cacat bawaan (abnormalitas kongenital) dari saluran telur 

Patofisiologi 

Dalam keadaan normal, setiap wanita (setelah menstruasinya yang pertama) mempunyai siklus bulanan yang teratur, sampai ia mengalami menopause. Dalam siklus bulanan ini, akan dilepas sel telur dari ovarium, yang siap untuk dibuahi. Sel telur akan berjalan di sepanjang saluran telur (tuba falopii), menuju ke dalam rahim. 

Bila pada sekitar masa-masa itu terjadi hubungan badan, jutaan sperma yang dikeluarkan oleh pasangannya akan 'berenang' masuk ke dalam rahim untuk mencari sang telur. Umumnya, pembuahan akan terjadi di daerah saluran telur yang disebut ampula. Hasil perpaduan sperma dan sel telur itu kita kenal dengan istilah zigot. 

Bila tidak ada aral melintang, zigot akan terus melaju untuk mencapai rongga rahim. Sambil melaju, terjadi pula proses pembelahan sel menjadi dua, empat, delapan, enambelas dan seterusnya. Sesampainya di dalam rongga rahim, sel-sel ini akan menanamkan dirinya pada dinding rahim untuk tumbuh berkembang lebih lanjut. 

Sayangnya, harapan tidak selalu sama dengan kenyataan. Dalam perjalanan tersebut, bisa saja mereka mengalami hambatan. Hambatan tentu akan memperlambat jalannya sel telur ke dalam rahim. Akibatnya, proses pembuahan bisa terjadi bukan pada tempat seharusnya, dan atau tempat embrio tumbuh bukan di dalam dinding rahim. 

Hambatan bisa disebabkan oleh berbagai hal dan bisa terjadi dimana-mana. 
Hambatan itu misalnya akibat : 

Terjadinya gangguan pada jumbai saluran telur (fimbriae), sehingga tidak mampu mengambil telur masuk ke dalam saluran telur 
Terjadinya gangguan pada kemampuan peristaltik saluran telur, sehingga zigot tidak dapat bergerak secara baik menuju rongga rahim 
Dengan terjadinya hambatan ini, maka hasil pembuahan (zigot) akan tumbuh berkembang di luar tempat yang seharusnya. Ia dapat tumbuh misalnya pada : 

1. Saluran telur (tuba falopii) 
2. Rongga perut (abdomen) 
3. Indung telur (ovarium) 
4. Kornu uteri 
5. Leher rahim (serviks uteri) 

Lokasi tersering dari kehamilan ektopik terjadi pada daerah saluran telur, dengan frekuensi tertinggi pada daerah ampula. Daerah ampula adalah suatu daerah yang melebar pada saluran telur. 

Gejala dan Tanda Klinis 

Gejala dan tanda klinis yang terlihat juga tergantung dari lokasi tumbuh dan berkembangnya mudigah (embrio). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah adanya rasa nyeri pada daerah perut. 

Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, meliputi: 

1. Pemeriksaan fisik secara umum 
2. Pemeriksaan daerah perut (abdomen) 
3. Pemeriksaan rongga panggul (pelvis) 

Pemeriksaan Laboratorium 
- Pemeriksaan darah lengkap 
- Pemeriksaan kadar hormon progesteron 
- Pemeriksaan kadar HCG serum 
- Pemeriksaan golongan darah 

Pemeriksaan Penunjang 

Kuldosentesis (pengambilan cairan peritoneal dari ekskavasio rektouterina [ruang Douglas], melalui tindakan pungsi melalui dinding vagina) 

Ultrasonografi (USG) 
Diagnosa banding 
- Usus buntu (apendisitis akut) 
- Peradangan daerah panggul 

Penatalaksanaan 
Umumnya berupa tindakan pembedahan. Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif). Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih adanya jaringan ektopik yang belum terangkat. 

Prognosis 
Penderita kehamilan ektopik mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik kembali. Selain itu, kemungkinan untuk mengalami kehamilan akan menurun. 

Komplikasi 
Komplikasi juga tergantung dari lokasi tumbuh berkembangnya mudigah. Misalnya, bila terjadi kehamilan tuba, komplikasi yang tersering adalah pecahnya tuba falopii. 
Sumber : Indosiarhttp://www.dnet.net.id/kesehatan/beritasehat/detail.php?id=120

7 Oktober 2004 
________________________________________
Kehamilan ektopik
________________________________________
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim (kavum uteri). Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. Jadi, istilah ektopik dapat diartikan sebagai "berada di luar tempat yang semestinya".
Walaupun diartikan sebagai kehamilan di luar rongga rahim, kehamilan di dalam rahim yang bukan pada tempat seharusnya, juga dimasukkan dalam kriteria kehamilan ektopik, misalnya kehamilan yang terjadi pada kornu uteri. Hal ini yang membedakannya dengan istilah kehamilan ekstrauterina.
Etiologi
Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh terjadinya hambatan pada perjalanan sel telur, dari indung telur (ovarium) ke rahim (uterus).
Pada kasus yang jarang, kehamilan ektopik disebabkan oleh terjadinya perpindahan sel telur dari indung telur sisi yang satu, masuk ke saluran telur sisi seberangnya.
Faktor risiko
Infeksi saluran telur (salpingitis) 
o Dapat menimbulkan gangguan pada motilitas saluran telur 
o Dapat menimbulkan divertikel (penonjolan keluar berbentuk kantung), sehingga menjadi semacam jebakan bagi sel telur 
Penyakit peradangan panggul (pelvic inflamatory disease) 
Riwayat menderita kehamilan ektopik sebelumnya 
Riwayat operasi tuba 
Endometriosis 
Pemakaian hormon estrogen dan progesteron (misalnya, pada kontrasepsi) 
Cacat bawaan (abnormalitas kongenital) dari saluran telur 
Patofisiologi
Dalam keadaan normal, setiap wanita (setelah menstruasinya yang pertama) mempunyai siklus bulanan yang teratur, sampai ia mengalami menopause. Dalam siklus bulanan ini, akan dilepas sel telur dari ovarium, yang siap untuk dibuahi. Sel telur akan berjalan di sepanjang saluran telur (tuba falopii), menuju ke dalam rahim.
Bila pada sekitar masa-masa itu terjadi hubungan badan, jutaan sperma yang dikeluarkan oleh pasangannya akan 'berenang' masuk ke dalam rahim untuk mencari sang telur. Umumnya, pembuahan akan terjadi di daerah saluran telur yang disebut ampula. Hasil perpaduan sperma dan sel telur itu kita kenal dengan istilah zigot.
Bila tidak ada aral melintang, zigot akan terus melaju untuk mencapai rongga rahim. Sambil melaju, terjadi pula proses pembelahan sel menjadi dua, empat, delapan, enambelas dan seterusnya. Sesampainya di dalam rongga rahim, sel-sel ini akan menanamkan dirinya pada dinding rahim untuk tumbuh berkembang lebih lanjut.
Sayangnya, harapan tidak selalu sama dengan kenyataan. Dalam perjalanan tersebut, bisa saja mereka mengalami hambatan. Hambatan tentu akan memperlambat jalannya sel telur ke dalam rahim. Akibatnya, proses pembuahan bisa terjadi bukan pada tempat seharusnya, dan atau tempat embrio tumbuh bukan di dalam dinding rahim.
Hambatan bisa disebabkan oleh berbagai hal dan bisa terjadi dimana-mana. Hambatan itu misalnya akibat:
1. Terjadinya gangguan pada jumbai saluran telur (fimbriae), sehingga tidak mampu mengambil telur masuk ke dalam saluran telur 
2. Terjadinya gangguan pada kemampuan peristaltik saluran telur, sehingga zigot tidak dapat bergerak secara baik menuju rongga rahim 
Dengan terjadinya hambatan ini, maka hasil pembuahan (zigot) akan tumbuh berkembang di luar tempat yang seharusnya. Ia dapat tumbuh misalnya pada:
1. Saluran telur (tuba falopii) 
2. Rongga perut (abdomen) 
3. Indung telur (ovarium) 
4. Kornu uteri 
5. Leher rahim (serviks uteri) 
Lokasi tersering dari kehamilan ektopik terjadi pada daerah saluran telur, dengan frekuensi tertinggi pada daerah ampula. Daerah ampula adalah suatu daerah yang melebar pada saluran telur.
Gejala dan tanda klinis
Gejala dan tanda klinis yang terlihat juga tergantung dari lokasi tumbuh dan berkembangnya mudigah (embrio). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah adanya rasa nyeri pada daerah perut.
Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, meliputi:
1. Pemeriksaan fisik secara umum 
2. Pemeriksaan daerah perut (abdomen) 
3. Pemeriksaan rongga panggul (pelvis) 
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan darah lengkap 
Pemeriksaan kadar hormon progesteron 
Pemeriksaan kadar HCG serum 
Pemeriksaan golongan darah 
Pemeriksaan Penunjang
Kuldosentesis (pengambilan cairan peritoneal dari ekskavasio rektouterina [ruang Douglas], melalui tindakan pungsi melalui dinding vagina) 
Ultrasonografi (USG) 
Diagnosa banding
Usus buntu (apendisitis akut) 
Peradangan daerah panggul 
Penatalaksanaan
Umumnya berupa tindakan pembedahan.
Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif). Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih adanya jaringan ektopik yang belum terangkat.
Prognosis
Penderita kehamilan ektopik mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik kembali. Selain itu, kemungkinan untuk mengalami kehamilan akan menurun.
Komplikasi
Komplikasi juga tergantung dari lokasi tumbuh berkembangnya mudigah. Misalnya, bila terjadi kehamilan tuba, komplikasi yang tersering adalah pecahnya tuba falopii.
Modifikasi terakhir: 21 Januari 2003
________________________________________
Klinikku
dr. Iwan S. Handoko
http://www.klinikku.com/pustaka/medis/repro/hamil_ektopik.html






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Photobucket